Sabtu, 03 Maret 2012

Linux

Manfaat Linux Bagi Para Penggunanya
Sebagai sebuah operating system (OS), Linux dapat dikatakan sebagai OS yang berorientasi kepada para penggunanya. Linux selalu saja menciptakan hal-hal baru untuk kenyamanan dan keefektifan kerja para pengunanya, dari mulai tampilan dekstop yang begitu mewah sampai kinerja sistemnya yang begitu stabil sehingga sangatlah cocok untuk digunakan dalam berbagai bidang pengembangan teknologi komputer, serta berbagai kelebihan Linux lainnya yang menjadikan Linux sebagai sistem operasi masa depan. Karena hal itulah selayaknya kita mau untuk mempelajari Linux lebih dalam. Dengan begitu berarti secara tidak langsung kita telah mendukung upaya pemerintah dalam menegakkan Undang-Undang Hak Cipta yang selama ini sepertinya tidak berjalan sama sekali, ini terlihat dengan semakin banyaknya pelanggaran seperti berbagai bentuk pembajakan baik itu dibidang hiburan, ataupun di bidang teknologi Informasi dan komunikasi seperti pembajakan sistem operasi dan software komersil lainya.
  •   Pengertian Linux
Linux merupakan sebuah sistem operasi yang diciptakan dan dikembangkan oleh Linus Benedict Torvalds.
Linux disebut juga dengan sebuah kernel, yang merupakan bagian paling penting dari suatu sistem operasi, yang menangani I/O, pengaturan memori dan interaksi antara perangkat keras dengan aplikasi. Kernel Linux inilah yang menjadi kernel standar yang digunakan oleh distribusi- distribusi yang ada sekarang ini.
Kernel Linux yang pertama kali dibuat oleh Linus Torvald hanya mampu berjalan pada komputer yang berbasis mesin intel 386/468. Namun kemudian dikembangkan agar juga dapat berjalan pada mesin-mesin yang lain. Sampai saat ini Linux sudah dapat berjalan pada berbagai mesin seperti AMD, DEC, ALPHA, SUN Sparcs, M68000, MIPS, PowerPC, dan mesin-mesin yang lebih tinggi lainnya karena Linux terus berkembang.
  •   Sejarah Linux
Pada awal tahun 1991 Linus Benedict Torvalds, seorang mahasiswa dari Finlandia mulai melakukan modifikasi pada sistem operasi Minix yang merupakan sistem operasi mini turunan dari sistem operasi Unix yang dibuat oleh  Dr. Andrew Tanenbaum. Pada saat itu Minix digunakan di Universitas Helsinki tempat Linus menuntut Ilmu sebagai prototipe sebuah sistem operasi.
Linus memodifikasi Minix selain karena hobi, juga karena selama menggunakan Minix, Linus banyak sekali menghadapi kendala dan hambatan baik teknis maupun non teknis. Karena hal itulah Linus kemudian memutuskan untuk membuat sebuah sistem operasi baru dalam hal ini kernel yang lebih stabil dibandingkan dengan Minix, yaitu dengan cara memodifikasi source code dari Minix itu sendiri.
Pada akhir tahun 1991 atau tepatnya tanggal 17 September, Linus Benedict Torvalds mengumumkan Kernel Linux versi pertamanya atau Kernel Linux 0.0.1. Sebenarnya Linus ingin memberi nama Sistem Operasi kreasinya tersebut dengan nama Freax yang merupakan gabungan dari kata Freak, Free, dan X, namun oleh Ari Lemmeke, rekan Linus Torvald yang bertanggung jawab atas server ftp.funet.fi milik Helsinki University Of Technology (HUT) tempat Linus meng-upload sistem operasi buatannya, nama Freax tersebut kemudian diubah menjadi Linux tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Linus karena menurutnya nama Freax itu tidak menarik. Linus kemudian menyetujui pengubahan nama tersebut karena menurutnya nama Linux itu lebih baik dibandingkan dengan nama Freax.
Kemudian pada awal tahun 1992, Linus Benedict Torvalds memperkenalkan Linux melalui newsgroup comp.os.minix. Tulisannya tentang Linux tersebut sempat menjadi polemik antara Linus dan Dr. Andrew Tanenbaum. Andrew menyayangkan dua hal pokok yaitu penggunaan konsep sistem operasi tahun 1970-an (monolitik) dan orientasi pada processor tertentu”.
Namun terlepas dari polemik yang sempat sengit antara Linus dan Andy tersebut, tulisan Linus tentang Linux berdampak seperti bola salju. Ratusan mungkin ribuan orang yang frustrasi dengan Minix dengan serta merta mencoba kernel Linux tersebut. Secara gotong royong para programer di seluruh dunia mulai mengembangkan Linux, berbagai saran berdatangan, bugs (kesalahan program) dilaporkan dan diperbaiki, dan lain sebagainya. Sejak itu, setiap minggu muncul update baru dari kernel Linux. Ini yang menyebabkan Linux berkembang dengan pesat karena dikembangkan oleh ribuan pemrogram dan hacker yang tersebar di seluruh dunia. (Prakoso 2005: 6).
Hingga kini, secara rata-rata kernel Linux selalu berubah setiap minggunya. Para pengguna non-eksperimental sama sekali tidak dianjurkan untuk mengupdate kernel sesering itu, dan sebaiknya menunggu hingga diumumkannya sebuah versi yang dianggap stabil. Cara penamaan kernel Linux yaitu untuk kernel versi beta atau versi uji coba kode versinya menggunakan angka ganjil, sedangkan untuk kernel yang telah stabil kode versinya menggunakan angka genap. Versi stabil dari kernel biasanya dikeluarkan sekitar 2 - 4 kali per tahun. Sejak dikeluarkannya versi 1.0 pada bulan Maret 1994, Linux tidak lagi  dianggap sebagai produk beta test atau produk uji coba dan pada versi 2.0 Linux telah memiliki distro pertamanya yaitu SLS atau Soft Landing System. Hingga saat ini Kernel Linux yang terakhir telah mencapai versi 2.6.26 yang dirilis pada bulan Agustus 2008 kemarin (InfoLINUX 2008: 5).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar