Manfaat Linux
Bagi Para Penggunanya
Sebagai sebuah operating
system (OS), Linux dapat dikatakan sebagai OS yang berorientasi kepada para
penggunanya. Linux selalu saja menciptakan hal-hal baru untuk kenyamanan dan
keefektifan kerja para pengunanya, dari mulai tampilan dekstop yang begitu mewah sampai kinerja sistemnya yang begitu
stabil sehingga sangatlah cocok untuk digunakan dalam berbagai bidang
pengembangan teknologi komputer, serta berbagai kelebihan Linux lainnya yang
menjadikan Linux sebagai sistem operasi masa depan. Karena hal itulah
selayaknya kita mau untuk mempelajari Linux lebih dalam. Dengan begitu berarti
secara tidak langsung kita telah mendukung upaya pemerintah dalam menegakkan
Undang-Undang Hak Cipta yang selama ini sepertinya tidak berjalan sama sekali,
ini terlihat dengan semakin banyaknya pelanggaran seperti berbagai bentuk
pembajakan baik itu dibidang hiburan, ataupun di bidang teknologi Informasi dan
komunikasi seperti pembajakan sistem operasi dan software komersil lainya.
- Pengertian Linux
Linux merupakan sebuah sistem
operasi yang diciptakan dan dikembangkan oleh Linus Benedict Torvalds.
Linux disebut
juga dengan sebuah kernel, yang
merupakan bagian paling penting dari suatu sistem operasi, yang menangani I/O,
pengaturan memori dan interaksi antara perangkat keras dengan aplikasi. Kernel
Linux inilah yang menjadi kernel standar yang digunakan oleh distribusi- distribusi
yang ada sekarang ini.
Kernel Linux yang pertama kali
dibuat oleh Linus Torvald hanya mampu berjalan pada komputer yang berbasis
mesin intel 386/468. Namun kemudian dikembangkan agar juga dapat
berjalan pada mesin-mesin yang lain. Sampai saat ini Linux sudah dapat berjalan
pada berbagai mesin seperti AMD, DEC, ALPHA, SUN Sparcs, M68000, MIPS, PowerPC,
dan mesin-mesin yang lebih tinggi lainnya karena Linux terus berkembang.
- Sejarah Linux
Pada awal tahun 1991 Linus
Benedict Torvalds, seorang mahasiswa dari Finlandia mulai melakukan modifikasi
pada sistem operasi Minix yang merupakan sistem operasi mini turunan dari
sistem operasi Unix yang dibuat oleh Dr.
Andrew Tanenbaum. Pada saat itu Minix digunakan di Universitas Helsinki tempat
Linus menuntut Ilmu sebagai prototipe sebuah sistem operasi.
Linus memodifikasi Minix
selain karena hobi, juga karena selama menggunakan Minix, Linus banyak sekali
menghadapi kendala dan hambatan baik teknis maupun non teknis. Karena hal
itulah Linus kemudian memutuskan untuk membuat sebuah sistem operasi baru dalam
hal ini kernel yang lebih stabil dibandingkan dengan Minix, yaitu dengan cara
memodifikasi source code dari Minix
itu sendiri.
Pada akhir tahun 1991 atau
tepatnya tanggal 17 September, Linus Benedict Torvalds mengumumkan Kernel Linux
versi pertamanya atau Kernel Linux 0.0.1. Sebenarnya Linus ingin memberi nama
Sistem Operasi kreasinya tersebut dengan nama Freax yang merupakan gabungan
dari kata Freak, Free, dan X, namun
oleh Ari Lemmeke, rekan Linus Torvald yang bertanggung jawab atas server ftp.funet.fi milik Helsinki
University Of Technology (HUT) tempat Linus meng-upload sistem operasi buatannya, nama Freax tersebut kemudian
diubah menjadi Linux tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Linus karena
menurutnya nama Freax itu tidak menarik. Linus kemudian menyetujui pengubahan
nama tersebut karena menurutnya nama Linux itu lebih baik dibandingkan dengan
nama Freax.
Kemudian pada awal tahun 1992,
Linus Benedict Torvalds memperkenalkan Linux melalui newsgroup comp.os.minix. Tulisannya tentang Linux
tersebut sempat menjadi polemik antara Linus dan Dr. Andrew Tanenbaum. Andrew
menyayangkan dua hal pokok yaitu penggunaan konsep sistem operasi tahun 1970-an
(monolitik) dan orientasi pada processor tertentu”.
Namun terlepas dari polemik
yang sempat sengit antara Linus dan Andy tersebut, tulisan Linus tentang Linux
berdampak seperti bola salju. Ratusan mungkin ribuan orang yang frustrasi
dengan Minix dengan serta merta mencoba kernel Linux tersebut. Secara gotong
royong para programer di seluruh
dunia mulai mengembangkan Linux, berbagai saran berdatangan, bugs (kesalahan program) dilaporkan dan
diperbaiki, dan lain sebagainya. Sejak itu, setiap minggu muncul update baru dari kernel Linux. Ini yang
menyebabkan Linux berkembang dengan pesat karena dikembangkan oleh ribuan
pemrogram dan hacker yang tersebar di
seluruh dunia. (Prakoso 2005: 6).
Hingga kini, secara rata-rata
kernel Linux selalu berubah setiap minggunya. Para pengguna non-eksperimental
sama sekali tidak dianjurkan untuk mengupdate kernel sesering itu, dan
sebaiknya menunggu hingga diumumkannya sebuah versi yang dianggap stabil. Cara
penamaan kernel Linux yaitu untuk kernel versi beta atau versi uji coba kode
versinya menggunakan angka ganjil, sedangkan untuk kernel yang telah stabil
kode versinya menggunakan angka genap. Versi stabil dari kernel biasanya
dikeluarkan sekitar 2 - 4 kali per tahun. Sejak dikeluarkannya versi 1.0 pada
bulan Maret 1994, Linux tidak lagi
dianggap sebagai produk beta test atau produk uji coba dan pada versi
2.0 Linux telah memiliki distro pertamanya yaitu SLS atau Soft Landing System. Hingga saat ini Kernel Linux yang terakhir
telah mencapai versi 2.6.26 yang dirilis pada bulan Agustus 2008 kemarin (InfoLINUX 2008: 5).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar